5 Cara Meng-appraisal Property

property

Semalam saya berdiskusi dengan seorang kerabat yang ingin menjual property warisan-nya. Tema yang paling hot adalah bagaimana menentukan nilai harga jualnya? Kalau langsung buka harga takut harganya kemurahan. Tapi kalau harga-nya terlalu tinggi juga tidak laku-laku.

Nah, dalam bisnis property banyak cara yang dapat dilakukan untuk melakukan apprisal, bahkan kita bisa melakukannya sediri. Berikut lima cara mengapprisal property :

1. Menghitung berdasarkan NJOP
ini adalah cara paling mudah, tinggal lihat tagihan PBB.
disana ada nilai jual objek pajak.
jika belum memiliki PBB coba tanya ke tetangga sebelah yang sudah memiliki PBB.

Bagaimana menentukan harga jualnya ?
harga kurang dari NJOP = murah
harga 1-3x NJOP = normal
harga 4x-5x NJOP = tergantung strategis / tidak

situasi ini juga tergantung dari kondisi penjual.
jika menginginkan property-nya segera laku tentu dipatok saja sama dengan NJOP

2. Berdasar Harga Pasaran
Di daerah tertentu ada yang harganya sangat berbeda dengan NJOP. kasus ini banyak terjadi di daerah, harga pasaran bisa 10-20x NJOP. Biasanya ini terjadi di kawasan yang dibangun developer, harga meningkat karena developer sudah membuat banyak fasilitas untuk fasum.

Cara termudah adalah survey ke sekitar lokasi. Cari tulisan “dijual – hubungi : 081xxxxxx”
coba saja kontak via telepon, tanya berapa penawarannya.
teknik lain bisa saja cari makelar di sekitar lokasi dengan ngobrol dengan pemilik warung sekitar ataupun dengan tukang ojek.

nilai property = luas tanah x harga pasaran

3. Luas Bagunan x Harga Bangunan per m2 x Depresiasi
tanah dijualUntuk menghitung property yang sudah ada bangunan, kita harus pertimbangkan juga nilai dari bangunannya.
cara menghitung
Nilai tanah = luas tanah x pasaran
Nilai bangunan = luas bangunan x harga bangunan x depresiasi

=> luas bangunan = luas bangunan yg berdiri, toal luas lantai 1 lantai 2 dst
=> harga bangunan = bisa tanya pemborong, arsitek brp pasaran per m2 harga
bangunan disuatu tempat pada saat tsb.
=> depresiasi = penyusutan, asumsi 5% pertahun dari tahun pembangunan s/d
tahun penghitungan skrg

Nilai property = nilai tanah + nilai bangunan

4. Premium Value
Ada lokasi lokasi tertentu memiliki intangiable value :
history (katakan pernah ditempati Bung Karno),
Fengsui (tusuk sate, lahan ngantong, diatas bukit, sebelah kuburan dan kamar mayat),
tanahnya lebih tinggi dari jalan raya,
akan dibangun pintu toll depan tanah,
sebelahnya lokasi wisata,
ditemukan tambang emas di dekatnya,
pemandangan yang indah,
dekat dengan pantai.

lokasi-lokasi tersebut bisa mahal luar biasa,
atau malah dapat mengurangkan nilainya.

5. Apprisal via Bank / pihak ketiga
Cara ini dibilang lebih fair, karena melibatkan pihak yang relatif lebih netral.
Anda bisa langsung datang ke bank dengan membawa copy sertifikat.
atau bisa juga menghubungi pihak perusahaan jasa apprisal.
Biaya pengechekan ini sekitar Rp.200.000 – 300.000.

Data apprisal ini sebenarnya sangat bagus sekali bagi pembeli,
karena jika ingin mengagunkan pada bank sudah memiliki data tersebut,
tinggal menghitung saja kemampuan bayarnya.

Semoga kerabat saya tersebut segera dapat menemukan “nilai” dari property-nya.

Apakah Artikel diatas bermanfaat?

Saya mau dong langganan. Email saya :

Delivered by FeedBurner