3 Mitos dan 2 Angka Yang Perlu Kamu Cari Untuk Financial Freedom!
Jika kamu ketemu seorang financial planner, coba tanya 3 hal ini kepada mereka.
1. Apakah bisa kaya hanya dengan menabung?
2. Dengan aturan 4% bisa meraih kemananan financial?
3. Sukses itu meninggal dengan saldo 0
.
Yuk kita coba bongkar satu persatu.
MITOS #1: Kamu Bisa Menjadi Kaya Hanya dengan Menabung
Banyak influencer keuangan menyarankan agar kamu menghemat setiap rupiah: Frugal Living. Berhenti minum kopi mahal, selalu naik transportasi umum, atau bahkan tidak pernah naik kelas bisnis agar bisa menabung 50% dari pendapatan dan pensiun lebih cepat.
Menabung itu penting. Kamu memang harus mengeluarkan lebih sedikit dari yang kamu hasilkan.
Jika kamu menabung dengan cukup, kamu bisa berinvestasi dan membangun kekayaan.
Namun, hidup berhemat sampai usia 45 tahun dengan tinggal di kontrakan sempit demi menghemat 50% dari gaji Rp10 juta per bulan bukanlah strategi terbaik.
CATAT : Menabung saja tidak akan membuatmu kaya.
Bahkan Warren Buffett dan Ray Dalio—yang dikenal sebagai investor hebat—tidak menjadi kaya hanya dari investasi. Mereka membangun bisnis (Berkshire Hathaway dan Bridgewater Capital) yang memberi mereka modal untuk berinvestasi.
Jadi, sebelum fokus menabung, pastikan kamu punya cukup penghasilan untuk bisa menabung dan berinvestasi.
Ada banyak cara untuk meningkatkan penghasilan:
- Mulai bisnis : yang menyelesaikan masalah nyata
- Mengumpulkan aset : yang nilainya meningkat seiring waktu
- Tingkatkan skill dan network : agar daya tawar dan pendapatanmu naik
.
MITOS #2: Aturan 4% Akan Membuatmu Aman Saat Pensiun
Ada nasihat keuangan yang sering beredar:
"Cukup tarik 4% dari dana pensiunmu setiap tahun, sesuaikan dengan inflasi, dan kamu tidak akan kehabisan uang karena return investasi akan selalu lebih besar."
Secara teori, ini benar. Namun, ini juga menyesatkan (aka Tidak Selalu Benar).
Strategi ini mengasumsikan bahwa pasar saham selalu naik. Tapi mari lihat sejarah:
1969-1982: Pasar turun selama 22 tahun berturut-turut
2000-2009: 9 tahun penurunan, butuh 15 tahun untuk pulih
Bayangkan jika pensiun di tahun-tahun itu.
Menarik 4% per tahun hanya akan mempercepat habisnya tabunganmu karena:
Karena : Jika pasar turun 50%, kamu butuh kenaikan 100% hanya untuk kembali ke titik awal
.
Namun, penasihat keuangan tetap menyarankan kamu untuk "tetap berinvestasi"
Hmmmm..... Apakah maksudnya : "tetap bayar biaya kami, meskipun tabunganmu habis."
Mereka jarang membicarakan aset seperti Bitcoin, properti, atau bisnis yang menghasilkan cash flow karena aset ini tidak memberi mereka komisi.
.
MITOS #3: Sukses Berarti Meninggal dengan Saldo Nol
Di Indonesia kita tidak terlalu sering mendengar nasihat ini, tapi di US bisa jadi :
1. Menabung selama 40 tahun
2. Mengumpulkan Rp 5 miliar
3. Menghabiskannya perlahan sampai nol
4. Berharap meninggal sebelum uangnya habis
Apakah ini terdengar seperti "membangun kekayaan"?
Hidup harus menjadi "bukti dari kerja kerasmu".
Asetmu harus membuktikan bahwa kamu menciptakan nilai di dunia ini.
Daripada menghabiskan uang hingga nol, mengapa tidak membangun sesuatu yang bertahan untuk generasi berikutnya?
.
Alih-alih mengejar angka besar yang semu, fokuslah pada cash flow : penghasilan pasif yang cukup untuk gaya hidup idealmu dan bisa diwariskan ke anak cucu.
Sehingga sekarang kenalilah "Dua Angka Penting"
1. Angka Cukup (Gaya Hidup Minimum)
Ini jumlah minimum yang di butuhkan untuk:
- Membayar tempat tinggal
- Menutupi biaya listrik dan air
- Makan dengan layak dalam sebulan
- Transportasi dasar
- Biaya kebutuhan pokok
Hitung angka riilnya, daripada hanya menebak "sekitar Rp5 juta per bulan," coba hitung ulang dan lihat angkanya dengan pasti, misalnya Rp5.537.200.
2. Angka Gaya Hidup Ideal
Hitung dengan spesifik:
- Berapa kali kamu ingin makan di luar setiap bulan?
- Mobil seperti apa yang kamu inginkan?
- Di mana kamu ingin tinggal? (Detailkan lokasinya)
- Berapa kali kamu ingin liburan setiap tahun?
- Aktivitas dan hobi apa yang kamu nikmati?
- Langganan atau layanan apa yang kamu gunakan?
Tambahkan semuanya hingga mendapatkan angka pasti, misalnya Rp25.693.450 per bulan.
Ketika kamu tahu angkanya, fokusmu berubah dari "Aku butuh miliaran rupiah" menjadi
"Aku butuh penghasilan pasif Rp25.693.450 per bulan."
Tiba-tiba, angka yang tampak besar berubah menjadi langkah-langkah yang bisa dicapai:
- Mulai dengan properti yang disewakan menghasilkan Rp2 juta/bulan
- Tambahkan bisnis sampingan dengan profit Rp5 juta/bulan
- Investasi ke aset yang menghasilkan dividen Rp3 juta/bulan
Lama-lama, angka besar itu menjadi realistis dan bisa dicapai.
.
Coba mengubah mindset kaya adalah memiliki aset yang terus menghasilkan cash flow tanpa harus bekerja terus-menerus.
Bukan karena angka besar di rekening bank, tapi karena kamu punya cukup penghasilan pasif yang membiayai gaya hidup idealmu selamanya.
.
yuk diskusi di komunitas IKIGAI produktif di whatsapp :
Gabung dalam percakapan