Time line – Schedule Trip

Time line – Schedule Trip

Ketika mulai menyusun ittenary, selalu cek cuaca dan berbagai aktivitas di lokasi tujuan kamu. Misal ada pameran, seminar, parade, atau acara besar seperti olimpiade dan piala dunia yang bisa juga membuat harga tiket dan akomodasi naik berlipat-lipat.

Travelling ketika liburan sekolah dan masa masa tertentu juga membuat harga akan naik signifikan. Nah, sekarang bisa mulai lakukan perencanaan. Jika travelling dengan budget terbatas, coba pilih di waktu-waktu low season.

Time Line :

Satu tahun sebelum trip

Mulailah bermimpi pengen pergi kemana. Coba pikirkan apa yang kamu sukai, negara mana yang ingin didatangi, bisa jadi negara yang juga sedang populer wisatanya. Coba gali dari berbagai website, youtube, instagram, ataupun komunitas-komunitas traveller

Sembilan bulan sebelum trip

Rasanya Kamu sudah bisa menemukan inspirasi tujuan dari trip dalam waktu 3 bulan kan. Dan tentu sudah mulai kebayang berapa sih budget yang dibutuhkan untuk menjalankan rencana tersebut. Lalu kamu bisa gali lebih dalam berbagai alternatif di tujuan tersebut, destinasi, masyarakatnya, sampai hal hal detail tentang tujuan kamu.

Enam bulan sebelum perjalanan

Dalami rencana perjalanan, mau jalan sendiri, ikut tour, atau gabung di backpacker trip. Kumpulkan saja berbagai brosur dan informasi di blog tentang lokasi dan negara tujuan. Disana kamu bisa mulai membandingkan dan menyiapkan mental lebih kuat lagi lalu mulai memutuskan hal-hal mendasar, misal kan terkait tiket, penginapan, dan destinasi.

Empat bulan sebelum berangkat

Bersambung…

 

 

Mempersiapkan Perjalanan!

Mempersiapkan Perjalanan!

Selamat!

Nas, kenapa kamu menjadikan “ini” sebagai goal kamu?

Apakah itu penting?

.

Pertanyaan ini membuat saya berhenti sejenak. Hening. Berpikir keras.

Iya ya… buat apa?

Apakah itu penting?

.

Alhamdulillah sudah ketemu jawabannya. Kapan-kapan akan saya sharing. Pada dasarnya dalam kehidupan kita penuh dengan pilihan-pilihan dan keputusan-keputusan. Dan ketika sudah menganalisa pilihan, lalu mengambil keputusan. Mulailah membuat perencanaan. Tiap orang punya cara merencanakan yang berbeda-beda. Tentu sebagai traveller mandiri kita harus bekerja extra keras untuk melakukan riset dan menyesuaikan perjalanan dengan apa yang kita inginkan.

Ada 3 hal yang perlu kamu perhatikan :

1. Kenali apa yang kamu inginkan

Sebelum memutuskan, coba cari apa yang penting bagi diri kamu dalam suatu perjalanan tersebut. Apa tujuannya? apakah mau mengexplore suatu wilayah, atau untuk merenung sendiri, atau untuk mengembangkan diri. Apa kamu mau mencari suasana baru, sahabat baru, pengetahuan dan skill baru?

atau pun kombinasi dari semua itu. Buatlah prioritas.

2. Pilih tujuan

Mau dalam negeri, atau mau luar negeri. Sesuaikan dengan poin pertama di atas. Misal kamu ingin menguji kemampuan kamu bertahan, coba pilih negara dengan bahasa yang berbeda, temperature yang berbeda, budaya yang berbeda. Atau untuk pemula, mulai saja negara-negara yang cukup mudah dikunjungi seperti singapura atau Kuala lumpur misalnya.

Sesuaikan juga budget yang kamu miliki. Kalau saya sih berpatokan simple 1 hari 1 juta itu cukup untuk hidup. Kalau kamu jago hunting tiket dan hotel murah bisa berhemat sangat banyak kok. Tentu negara eropa dan amerika akan menguras kantong lebih dalam dibandingkan negara-negara asia.

Selain biaya, hal lain tentu masalah keamanan. Tentu ini sangat personal, tapi mulailah pelajari budaya dan kebiasaan negara yang kamu ingin kunjungi. Cari di google maupun youtube tentang hal tersebut.

3. Pilih waktu

Jika kamu tidak ada issue tentang biaya, biasanya tentu bingung menentukan waktu yang tepat. Misal harus cuti dari kantor, atau ada pekerjaan yang tidak mudah ditinggalkan, dan banyak hal-hal lainnya. Tentu pastikan juga negara tujuan bisa dikunjungi di masa-masa tersebut. Kadang tiap negara punya pertimbangan tersendiri. Misal kalau di musim hujan hindari negara yang sering kebanjiran. Atau ada negara yang di masa tertentu ada angin topan besar.

Di masa liburan tentu mencari tiket dan hotel lebih sulit dan berbiaya lebih mahal. Tapi tidak ada masalah karena kamu sudah menyiapkan untuk itu semua. Pilih juga negara yang secara politik cukup stabil, tidak ada perang, ataupun huru-hara di negara tujuan.

 

Dapatkan berbagai pengalaman dan artikel menarik berikutnya dengan memasukkan nama dan email kamu!

Perjalanan Pertama-ku Ke Luar Negeri

Perjalanan Pertama-ku Ke Luar Negeri

Cuma untuk mengingatkan diri sendiri aja. Bahwa 19 tahun yang lalu perjalanan saya dari kota Malang, untuk bisa naik pesawat dan keluar negeri akhirnya terwujud!

Hari itu saya mampir di gedung rektorat lantai 8, setelah membaca pengumuman di mading bahwa Singapore International Foundation akan mengadakan kembali program ASEAN Fellowship Program. Dalam program ini mereka menyeleksi dan memilih mahasiswa mahasiswi di 10 negara Asean untuk belajar di kampus Singapura selama 1 semester.

Ini kesempatan!

Saya pun akhirnya mulai melengkapi berbagai kelengkapan seperti formulir, membuat essay, dan melengkapi berbagai dokumen untuk bisa mengikuti seleksi. Dan tidak disangka bahwa saya termasuk yang akan diinterview melalui telepon di hari dan jam tertentu. Grogi? pasti lah…!!

Saya merasa bahasa inggris saya ini pas-pasan. Modalnya lebih nekat dan lebih percaya diri aja. Interview itu berlangsung sekitar 10-15 menit. Mereka lebih mengexplore aktivitas saya di luar kampus. Waktu itu saya aktif di dewan teknik, majalah di kampus, dan bisnis warnet kecil-kecilan.

2 minggu berlalu, tidak ada kabar juga…

akhirnya di minggu ke-3 akhirnya mereka mengundang kembali untuk interview langsung! YES! alhamdulillah di tahap ini saya masih masuk. Akhirnya di akhir sesi mereka pun langsung memberikan hasil bahwa saya terpilih bersama sekitar 5 teman (dari UI, ITB, UGM, Airlangga) lainnya untuk ikut program ini. Alhamdulillah…..

Nah kalau itu adalah momen pertama saya untuk :
1. membuat paspor
2. pergi ke luar negeri
3. naik pesawat

Subhanallah…

saya sebelumnya sempat iri melihat teman-teman saya di SMA mendapat kesempatan kuliah di luar kota, dan saya sejak TK sampai kuliah masih terus aja di Kota Malang. Tidak terasa Allah kabulkan keinginan tersebut, langsung bisa belajar dan merasakan kuliah di luar negeri. Ini terjadi di tahun 2001.

Inilah yang disebut MOMENTUM.

silahkan share juga momentum yang pernah kamu alami di kolom komentar….

10 Hal yang perlu diketahui tentang Travelling Mandiri

10 Hal yang perlu diketahui tentang Travelling Mandiri

Ketika melakukan solo traveller atau couple traveller penting untuk mengetahui tentang lokasi yang akan kita tuju. Ini hal-hal yang bisa kamu pelajari bagi diri dan pribadi kamu.

1. Belajar mengenali jenis travelling yang paling pas untuk diri sendiri

Ini penting untuk mengenal tentang diri sendiri. Coba perhatikan tentang hobi dan kebiasaan yang membuat kamu merasa nyaman melakukannya berjam-jam. Misalnya : suka berjalan kaki, suka belanja, suka fashion, suka pantai, suka ke pasar, suka mencoba makanan lokal, suka mencari kedai kopi, suka mencari buku, suka mencari produk keto… hehehe… klo itu mah saya!

2. Belajar untuk open minded

Ketika travelling kita akan bertemu banyak orang dengan banyak perbedaan. Bukan cuma sekedar suku, warna kulit, ataupun agama. Tapi lebih dari itu ada lagi makanan, kebiasaan, dan kadang sesuatu yang tabu bagi diri kita. Jadi sebelum menilai, berusahalah dulu untuk berpikiran terbuka tentang begitu banyaknya perbedaan yang Allah ciptakan bagi manusia. Dan untuk itu Allah memberikan petunjuk dan kebesarann-Nya bagi diri kita.

3. Belajar menerima keterbatasan diri

Apakah Kamu merasa nyaman tinggal di dormitory bersama 20-an orang asing? Bagaimana merasakan makanan yang aneh bagi selera kamu. Bagaimana tidur di kasur yang tidak biasanya kamu pakai, atau bagaimana mandi di share bath room!

Ini adalah tantangan bagi diri kita untuk mengatasi berbagai keterbatasan. Termasuk mampu tetap merasa nyaman dengan kondisi dan situasi yang ada.

4. Belajar tetap nyaman walau sendiri

Kadang kamu bisa merasakan kesepian. Semua-nya orang asing. Tapi jadikan kesepian itu sahabatmu. Mulailah untuk menjalin komunikasi dengan orang asing. Cobalah mencari sahabat dan teman-teman baru.

5. Belajar mengambil tanggung jawab

Dalam travelling akan banyak hal bisa terjadi. Misal barang tertinggal di hotel, ketinggalan kereta, atau bookingan hotel ternyata gagal, dan banyak hal-hal lainnya. Ayo take resposibility atas kejadian tersebut. Hindari menyalahkan orang lain dan mencari alasan. Terima saja hal tersebut menjadi kesalahan diri pribadi, dan pikirkan jalan keluarnya.

6. Belajar mempercaya intuisi

wah apa lagi nih…. Kadang di perempatan jalan kita bingung harus lurus, kanan atau kiri? Mungkin akses internet tidak baik sehingga google map tidak bekerja, atau jalanan sepi tidak bisa tanya siapapun. Nikmati aja dengan mempercayai intuisi diri. Ini cara cepat untuk belajar percaya sekaligus sayang pada diri sendiri.

7. Belajar memilih mana yang penting dalam hidup

Sering hidup ini memaksa kita memilih. Orang-orang, pemandangan, tempat yang dikunjungi, dan banyak hal-hal lainnya. Kamu tidak bisa mendapatkan semua, dan harus memilih. Pilihlah dengan baik, dan pilih yang penting bagi hidup kamu. Kebiasaan, Goal, Gaya hidup itu semua adalah hak kamu untuk memilihnya. Kenalilah mana yang benar-benar penting bagi hidup kamu.

8. Belajar hidup simple

Life is simple. Tapi banyak kita membuatnya menjadi rumit. Kini gerakan minimalis dan less life makin digemari dan mendunia. Travelling mandiri akan membuat kita untuk hidup minimalis ini. Kita akan meninggalkan hal hal yang tidak penting bagi kehidupan kita. Kamu akan merasakan sederhana itu is okay. Simple itu menyenangkan. Minimalis itu tetap membahagiakan. Be true to yourself.

9. Belajar siapa sahabat sejati itu siapa

Ketika travelling, kamu bisa melihat dan mengukur siapa sebenarnya sahabat sejati mu. Siapa yang benar-benar perhatian pada dirimu. Bisa teman lama, ataupun teman baru. Ini juga waktunya dirimu mengevaluasi orang-orang disekelilingmu. Mana yang penting bagi hidupmu. Kenapa mereka itu penting?

10. Belajar selalu ada ruang untuk hal-hal baru

Kamu akan melihat banyak hal baru. Kebiasaan baru, teman baru, barang baru, cara pandang baru. Cobalah selalu ngobrol dengan orang-orang lokal yang kamu temui. Bertanyalah dan bertanyalah. Dapatkan banyak informasi tentang kehidupan dan hal-hal yang menarik untuk kamu ketahui.

Semoga perjalanan kamu senantiasa menyenangkan!

 

PS. Foto perjalanan family tour pertama bersama keluarga ke Universal Singapore 2010

3 Hal Alasan Penting Travelling Mandiri

3 Hal Alasan Penting Travelling Mandiri

Kalau kamu travelling ikut tour, apalagi tour yang mahal, tidak perlu repot. Cukup bayar aja tarif dari mereka, bawa tas dan koper isi baju, udah beres.

Tinggal ikuti aja instruksi dari tour guide-nya.

Tiket disiapkan, makan udah dibeliin (atau referensi beli sendiri), jalan kemana udah dipikirin, transport menuju lokasi udah ready, hotel udah dibookingin, dan banyak hal-hal lainnya. Pokoknya tinggal siapin duit dan diri aja untuk mengikuti program tersebut.

Travelling mandiri itu berbeda

Semua hal-hal tadi harus diurus sendiri semuanya. Tapi kali ini kita tidak bahas detail mengurus visa, cari tiket, atau bikin ittenary ya. Tapi lebih kenapa kita perlu mencoba untuk travelling mandiri.

Sesekali join tour and travel juga banyak untungnya. Bahkan kadang bisa lebih murah, karena mereka mendapat diskon atau promo dari maskapai atau destinasi tertentu. So, sesuaikan aja dengan tujuannya…

.

Jadi melakukan perjalanan Travelling Mandiri ini bukan sekedar tentang uang lho!

.

1. Merasakan Sensasi Berbeda

Travelling mandiri itu bicara tentang diri kamu secara pribadi. Pikirkan alasan yang masuk akan buat diri kamu sendiri. Kamu mengatur sendiri mulai dari jadwal, dana, tujuan, lokasi, dan hal-hal lainnya. Lakukan sesuatu yang kamu senangi. Misal suka belanja, ya fokus aja untuk berlama-lama belanja. Atau ada yang fokus menikmati pemandangan, ya nikmati hal-hal yang penting bagi diri kamu. Kamu bebas untuk bisa bertemu siapa saja selama perjalanan. Kamu tidak akan di buru-buru oleh tour guide. Atau hal-hal lain yang mengganggu dari luar. Semua tentang dirimu sendiri.

Misal kamu pergi ke suatu tempat yang disana ternyata tidak menarik perhatian, ya udah tinggal pindah ke tempat lain. Atau kamu datang ke tempat yang sangat nyaman, silahkan aja berlama-lama disana. Just enjoy

2. Personal

Perjalanan itu menunjukkan siapa dirimu sebenarnya. Saya menyebutnya sebagai self reflection and self development. Jika kita tinggal di rumah, banyak sekali pengaruh dari luar yang mempengaruhi hidup kita. Orang tua, teman, sahabat, bos, tetangga, anak, mertua, dan banyak lagi orang-orang yang mempengaruhi diri kita. Sering kita tidak menjadi diri kita sendiri. Travelling mandiri membuat kita terbebas dari itu semua.

Hidup Kamu, Tanggung Jawab Kamu.

Kamu bisa dan harus membuat keputusan. Mau kemana, pakai apa, budgetnya, dan hal-hal kecil lainnya. Kamu juga tidak dengan mudah menyuruh-nyuruh orang lain. Kemampuan Kamu untuk menyelesaikan suatu masalah akan diuji. Kamu akan menjadi pribadi yang lebih mandiri.

Dan tentu kamu pastinya belajar untuk berani dan tidak takut, tidak cengeng!

Travelling mandiri juga membuat kamu lebih kenal dengan dirimu sendiri. Mengetahui kekuatan apa yang kamu miliki. dan tentu kelemahan diri, sehingga bisa mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri menjadi manusia yang lebih baik.

3. Melawan Diri Sendiri

Tidak ada hal yang aneh untuk travelling sendirian kok. Bahkan lebih dari itu, travelling secara mandiri itu jauh lebih menantang. Dan di era masa kini semakin berkembang juga misalnya istilah nomadian, intermittent traveller, bekerja part time secara global dimana saja. Bahkan bagi banyak orang travelling mandiri ini menjadi seperti kemewahan. Jika kamu merupakan pribadi yang mandiri dan berjiwa petualang, tentu menjalani travelling mandiri menjadi sangat menantang dan penuh sensasi.

 

Oke, selamat menikmati sajian di blog annasahmad.com dan pastikan SUBSCRIBE. Karena subscribe itu GRATIS!

Kenapa Travelling?

Kenapa Travelling?

Gunung, pantai, kota, desa, pasar, dan banyak lagi lokasi yang selalu menarik untuk dijadikan persinggahan. Karena kehidupan ini sesungguhnya juga persinggahan sebelum kita menuju kehidupan yang berikutnya. Rasakan perbedaan, bertemu dengan orang yang tidak dikenal, mengunjungi tempat yang tidak terbayangkan sebelumnya, merasakan tersesat atau salah arah.

Semua itu memberikan sensasi dalam hati dan pikiran kita.

Tidak semua orang mau merasakan sensasi sensasi tersebut. Dituntut kemampuan pengendalian diri yang luar biasa ketika travelling, apalagi travelling secara mandiri. Tentu diperlukan percaya diri serta persiapan untuk menghadapi suatu trip. Kamu akan merasakan sesuatu yang berbeda dan memberikan diri kita hadiah yang mungkin belum pernah dibayangkan sebelumnya.

.

Buku “Solo Traveller Handbook” ini akhirnya memberikan pencerahan lebih dalam tentang arti travelling. Buku ini saya dapat di suatu toko buku di Saigon ketika family trip Cambodia – Vietnam tahun 2019.

Saya bersyukur menemukan buku ini, dan menambah keyakinan, mindset, dan hal-hal positive tentang travelling. Saran saya cari, beli, dan baca buku ini. Recomended!